Translate This Blog

Kamis, 11 Oktober 2012

Memahami Dialog Interaktif pada Tayangan Televisi/Siaran Radio



1.     Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber
a.      Pengertian dan Ciri-Ciri Dialog
Dialog adalah kegiatan berbahasa lisan antara dua orang atau lebih. Dialog umumnya berisikan tanya-jawab untuk saling bertukar pikiran mengenai suatu persoalan ataupun peristiwa. Ciri-ciri dialog yaitu:
1)      kalimatnya pendek-pendek;
2)      banyak menggunakan kata-kata tidak resmi (nonformal), seperti aja, tapi, enggak, kenapa, gimana; dan
3)      banyak menggunakan kata-kata seru (interjeksi), seperti wah, ya, sih, ah, asyik, hai, kok, lho, nah, oh.

b.      Memperhatikan Isi Dialog dengan Baik
Agar informasi-informasi yang ada dalam dialog dapat disimak dengan baik, kamu perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1)      Tangkaplah maksud para pembicara.
2)      Temukanlah pokok-pokoknya.
3)      Mimik dan gerak-gerik para pembicara merupakan sumber informasi yang tidak kalah pentingnya untuk kita cermati.

c.       Mencatat Pokok-Pokok Dialog
Perhatikan contoh teks dialog berikut!

Leni             : Kebun Bapak ditanami apa aja sekarang?
Pak Suhlan: Wah, macam-macam, Len. Ada sayur-sayuran, singkong, pisang, kopi. Pohon albasia, dan mahoni juga Bapak tanam di sini. Semua tanaman yang bisa dimakan, Bapak tanam. Maksud Bapak, ya, daripada menyia-nyiakan lahan, lebih baik ditanami, yang penting menghasilkan.
Leni             : Tapi, yang menjadi andalan Bapak apa, sih? Maksud saya, yang menjadi penghasilan utama?
Pak Suhlan  : Yang menghasilkan uang, begitu, ya? Yang Bapak rasakan, ya, dari kopi. Lumayan, kopi yang Bapak hasilkan di sini Bapak jual. Sekali panen, biasa menghasilkan dua atau tiga kwintal. Tanaman yang lain, Bapak gunakan untuk keperluan keluarga Bapak sehari-hari, enggak dijual atau Bapak bagi-bagikan ke tetangga.

Dari dialog tersebut, kita dapat membuat catatan seperti berikut.
1.      Kebun Pak Suhlan ditanami oleh berbagai tanaman, mulai dari sayur-sayuran singkong, pisang, kopi, dan kayu-kayuan.
2.      Tanaman andalan kebun Pak Suhlan adalah kopi. Tanaman ini dapat mendatangkan uang. Tanaman lainnya hanya digunakan untuk keperluan keluarganya sendiri atau dibagi-bagikan kepada tetangga.

d.      Menyimpulkan Isi Dialog
Untuk membuat suatu kesimpulan dari isi suatu dialog, kita harus mengetahui terlebih dahulu pokok-pokok pembicaraan yang ada dalam dialog itu. Sebagai contoh, dari catatan dialog Pak Suhlan dengan Leni di atas, kita dapat membuat kesimpulan sebagai berikut :

Kebun Pak Suhlan ditanami oleh berbagai tanaman yang dapat menghasilkan uang, Selain itu, juga berguna untuk keperluan keluarga dan para tetangganya.

2.     Mengomentari Pendapat Narasumber dalam Dialog Interaktif
Mengomentari berasal dari kata ‘komentar’. Artinya, ulasan atau tanggapan atas suatu pendapat narasumber dalam dialog, berita, pidato, dan sebagainya dengan tujuan untuk menerangkan atau menjelaskan. Dengan demikian, mengomentari berarti memberikan ulasan ataupun tanggapan berupa penerangan atau penjelasan. Untuk mengomentari pendapat narasumber dalam dialog, kita perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.
a.       Menyimak dialog itu dengan baik.
b.      Mencatat pokok-pokok dialog, terutama yang berupa pendapat narasumber.
c.       Memberikan komentar secara jelas dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan pendapat narasumber.
Perhatikan contoh dialog dengan narasumber berikut!

Penanya       :  Kak, apa, sih, yang dimaksud dengan balada?
Narasumber:  Balada itu artinya puisi yang berisi cerita tentang orang-orang terkenal atau tokoh-tokoh pujaan.
Penanya    :  Oh, begitu. Jadi, balada itu merupakan puisi, ya, Kak? Contohnya puisi siapa yang berbentuk balada?
Narasumber: Puisi-puisi W.S. Rendra banyak yang berbentuk balada. Misalnya, kumpulan puisi berjudul Ballada Orang-orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie

Berdasarkan dialog di atas, kita dapat membuat komentar-komentar seperti berikut.
a.      Menulis puisi dalam bentuk balada, tentunya, lebih susah daripada menulis puisi biasa. Alasannya, di samping kita harus mahir dalam menulis puisi, juga harus mengenal kehidupan tokohnya.
b.      Puisi W.S. Rendra paasti panjang-panjang karena setahu saya yang namanya balada itu bentuknya jarang yang pendek.

3 komentar:

  1. Ini materi bahasa indonesia kelas 9 ya?
    Makasih banget ya.. Izin kopas ke word ya,, aku cantumin sumbernya.
    Makasihh..
    oh iya, mungkin nanti temen2 atau guru bakal minta atau ikut baca

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus